Monday, April 22, 2013


Image Hosted by ImageShack.us
Putera Mahkota Lee Soon sedang latihan pedang bersama para pengawal. Tapi ia merasa kesal karena para pengawal begitu lemah. Hanya dengan 2-3 kali pukulan ia bisa mengalahkan para pengawal. apalagi senjata yang di pegang para pengawal begitu lemah. Ia protes karena memberikan senjata lemah kepada pejuang yang berjuang demi Joseon. 

Image Hosted by ImageShack.us
Kasim Yang berlari menuju Lee soon sambil membawa baju perang. Baju itu sudah tertembus peluru. Lee Soon memegangnya dan bertanya apa itu baju yang dikenakan tentara saat  di tembak jatuh oleh tentara asing?
Kepala pengawal -sepertinya- mengatakan kalau baju besi itu terbuat dari kertas terkompresi. dibuat dengan 10-15 lapisan. 
Lee Soon berfikir dan mengatakan untuk menahan tembakan peluru, dibutuhkan 15 lapisan. Jika dengan ini, jika tertembak akan langsung mati. Orang-orang yang ada di medan perang adalah seorang anak dan seorang ayah. Dan kau membuat mereka bertarung dengan baju perang dibawah standar seperti ini? Mulailah selidiki semua kantor militer! Dan rampok semua pemasok ilegal, sekalipun itu hanya sedikit tanda korupsi. aku akan membasmi mereka semua.

Image Hosted by ImageShack.us
Kasim Yang membawakan catatan militer pada Lee Soon di ruangannya. Ia membaca yang tertulis adalah 13 lapis, pada kenyataannya hanya 10. Lee Soon tersenyum kesal. Ia tahu itu perbuatan Menteri Min. 
Kasim Yang mengatakan kurangnya pengawasan disana sehingga ia mengantongi banyak untuk dirinya sendiri. 
Lee Soon tidak setuju dengan kata 'dikantongi', menurutnya Menteri Min mencuri semuanya.

Image Hosted by ImageShack.us
Lalu P. Dong Pyung masuk ke dalam, sedikit mengendap dan bersiul. Begitu Lee Soon melihatnya, ia tersenyum. Pangeran Dong Pyung duduk di hadapan Lee Soon dan menyuruhnya melupakan peristiwa mengejutkan hari ini, ia ingin Lee Soon ikut dengannya ke acara yang ia buat.
P. Dong Pyung bersemangat karena semua pemuda dan gadis terbaik di kota akan datang ke acara yang diadakan setahun sekali itu. Intinya adalah acara mengakui perasaan, HHAHAHAH.
Lee Soon dengan dingin mengatakan kalau ia tidak tertarik dengan acara itu. P. Dong Pyung mengatakan kalau Hak-nya untuk masuk istana tergantung pada ini. 
Lee Soon tidak mengerti dan bertanya, Hak masuk istana?
P. Dong Pyung mulai memasang wajah sedih dan menghela nafas, namun kesannya cute, wkwkwkwk.

Image Hosted by ImageShack.us
Flashback ke kejadian sebelumnya, P. Dong Pyung bertemu dengan permaisuri, ibu Lee Soon.
Permaisuri mendengar kalau semua gadis terbaik akan datang ke acara tahunan P. Dong Pyung. Dan ia sudah memilih beberapa gadis yang akan hadir tahun ini. Ia ingin memastikan putera mahkota akan menghadiri acara itu. 
Ia mengatakan kalau ia belum meyerah pada pertemuan rahasia. 
P. Dong Pyung ingin bicara, tapi sebelum sempat mengutarakan isi hatinya, Permaisuri langsung mengatakan jika P. Dong Pyung gagal, maka ia akan melarang P. Dong Pyung masuk istana mulai dari sekarang.

Image Hosted by ImageShack.us
Kembali ke Istana tadi, Lee Soon kesal, bagaimana bisa P. Dong Pyung menyetujuinya mengingat situasi sekarang. Tapi P. Dong Pyung mengatakan, meski Lee SOon tidak pergi, masalah sekarang juga tak akan selesai. 
Ia kemudian mendekatkan wajah ke wajah Lee Soon dan setengah berbisik berkata, Dan bahan-bahan yang ada semuanya berjalan lancar sesuai rencana kami.
Tapi Lee Soon tidak tergoda dan masih bersikeras ia tak akan pergi.
P. Dong Pyung mengerti dan mengatakan ia akan menerimanya - keluar dari istana-.

Image Hosted by ImageShack.us
Ia berdiri sambil mendehem dan berbalik. Tapi kemudian ia berkata kalau ia membicarakan tentang Mukyungchongyo. Pedoman strategi yang sempurna yang ditulis tentang repatriasi. Aku punya satu ditanganku.
Lee Soon tertawa dan mengatakan kalau ia juga punya satu. 
P. Dong Pyung belum menyerah untuk mengajak Lee Soon, ia berkata kalau istana hanya punya salinan yang buruk. Aku punya seluruh koleksi dari 15 jilid di perpustakaanku. Dan semuanya asli.
Pangeran Dong Pyung tersenyum sambil mengatakannya meski Lee Soon tidak bisa melihat wajahnya. Tapi kita bisa lihat kalau Lee Soon sepertinya mulai tertarik dengan buku itu. Ia bertanya lagi, Salinan asli? Apa maksudmu salinan itu datang dari dinasti Song?
Pangeran Dong Pyung dengan cepat kembali duduk menghadap Lee Soon dan membenarkan hal itu. Ia mengatakan ia menyembunyikannya dengan hati-hati di perpustakaannya. Mencari buku itu akan seperti berburu harta karun. Kita hanya harus tinggal sampai kau menemukan buku itu. 
Lee Soon kemudian tersenyum.
-Aih, Paman dan keponakan ini bromance banged^^-

Image Hosted by ImageShack.us
Hyang ada di toko Ok Jung sambil memegang sebuah hiasan. Ia mengeluh dan mengatakan betapa menyenangkannya. Ia dengar kalau pria di acara P. Dong Pyung adalah yang terbaik dari yang terbaik. Bahkan ada kembang api juga.
Ok Jung yang melewatinya tampak biasa saja.  Tapi kemudian ia berbalik dan bertanya apa Hyang Yi sudah mendengar kabar  tentang Ja Kyung?
Hyang Yi bertanya, Kau kenapa lagi? apa kau memimpikan guru Kang lagi?
Ok Jung berfikir kalau Ja Kyung mungkin saja melihat pelakunya. 
Hyang Yi juga berfikir begitu, soalnya Ja Kyung lah yang mengunci Ok Jung di ruang penyimpanan, meski ia tak yakin.

Image Hosted by ImageShack.us
Jang Hyun ada di dekat pintu dan mendengar hal itu, wajahnya tampak mengerikan. Tapi begitu Ok Jung melihatnya, ia tersenyum. Jang Hyun bertanya apa Ok Jung sudah mempersiapkannya?
Ok Jung mengiyakan, ia memperlihatkan bungkusan kain dan mengatakan kalau ia mengemas 3 pakaian ganti unyuknya, seperti permintaan Jang Hyun. 
Jang Hyun mengatakan lagi kalau P. Dong Pyung yang memintanya, bahkan ingin Ok Jung hadir hari ini. 
Ok Jung bingung dan bertanya kenapa pamannya memberitahukan hal ini?
Jang Hyun mengatakan ia penasaran apa hubungan Ok Jung dan P. Dong Pyung. Dan lagi dari semua orang kenapa harus Ok Jung.
Ok Jung meyakinkan tak ada terjadi apapun diantara mereka. Bahkan jika terjadi sesuatu, hatinya adalah miliknya sendiri.

Image Hosted by ImageShack.us
P. Dong Pyung sedang melihat persiapan pesta yang akan ia buat. Kemudian ia berkata, Ok Jung-ku, aku penasaran seberapa dekat dia?
-Lah? apa ada sesuatu yang aku lewatkan? Apa DP kenal OJ?-

Image Hosted by ImageShack.us
Ok JUng dan pamannya tiba di lokasi pesta. Ok Jung berjalan sambil menatap kesekelilingnya. Puteri bangsawan yang terlihat anggun. Pasanga-pasangan mesra yang saling bicara dengan malu-malu. Ok Jung kemudian menunduk dan menghela nafas.

Image Hosted by ImageShack.us
Lalu ada sekelompok orang yang membicarakan tentang kabar bahwa putera mahkota akan hadir dalam acara itu. 3 wanita beneran senang mendnegar hal itu. Para pria bicara kalau Putera Mahkota akan langsung menemui gadis yang memenuhi syaratnya di acara ini. Karena istana hanya dipenuhi dengan puteri berkepercayaan terbaik, mungkin saja itu salah satu dari kalian, nona-nona.
ketiga wanita itu mulai histeris karena senang. 
Salah seorang gadis melihat wajahnya di cermin dan mengeluh, kalau ia tahu maka ia akan memakai jepit rambut kuning. Dan yang lain tertawa.

Image Hosted by ImageShack.us
Lalu seseorang datang, ia menutupi wajahnya dengan kipas dan mengatakan kalau ia mendengar bahwa posisi puteri mahkota sudah dipilih. Dia adalah Lee Soon, sang putera mahkota. HYAAAAAAAA>
Sang gadis penasaran, memangnya siapa yang akan menjadi puteri mahkota?
Lee Soon dengan senyum di wajahnya berkata, salah seorang puteri bangsawan teratas di Joseon. Kalau bukan Kim daegam, maka Min daegam. 
Lee Soon menggulung kipasnya dan 3 gadis, 3 pria itu melihat ke arah kanan bersamaan.

Image Hosted by ImageShack.us
Mereka melihat ada 2 gadis yang sedang bercerita, Lady Min dan Lady Kim. Lady Kim menceritakan bagaimana pertemuan yang ia ingin kan dengan pujaan hatinya, yaitu ia menjatuhkan sapu tangannya dengan sengaja, lalu seorang pria mengambilnya dan bertanya, apakah ini milikmu? Lalu mereka akan mulai bicara berdua.
Lady Kim tersenyum sambil mebceritakan hal itu. Lady Min alias In Hyun juga tersenyum mendengarnya. 
Lady Kim (future : Queen In Kyung) mengatakan pada In Hyun bahwa pria idealnya adalah pria yang berkepribadian tinggi dan agung, suara yang hangat dan hati yang hangat. 
In Hyun bertanya, jadi putera mahkota seperti itu?
In Kyung berkata kalau putera mahkota cukup terkenal.
In Hyun tertarik bertanya apa In Kyung juga mengirimkan namanya dalam pencalonan calon puteri mahkota?
In Kyung berkata kalau ayahnya sudah mengirimnya. 
Lalu tiba-tiba In Kyung batuk-batuk dan In Hyun meberinya minuman sehingga In Kyung sedikit tenang. In Kyung tersenyum dan mengatakan kalau ia punya gejala asma. LAlu In Kyung ingat ayahnya melarangnya memberitahukannya pada siapapun.
In Hyun tersenyum dan mengatakan kalau ia akan merahasiakannya.

Image Hosted by ImageShack.us
In Kyung berterima kasih pada In Hyun dan mengatakan kalau In Hyun sangat baik. Mereka tertawa bersama. Lalu Putera Mahkota Lee Soon, dengan kipasnya penuh wibawa melewati mereka berdua. Dua gadis itu tidak mengenalnya. Tapi aku rasa Lee soon mengenal mereka. Ia tersenyum simpul melewati mereka.
Aih, kok aku jadi suka sama Yoo ah In jadinya????

Image Hosted by ImageShack.us
P. Dong Pyung bertemu dengan Jang Hyun dan Ok Jung. 
P. Dong Pyung menatap Ok Jung dan setengah bercanda ia mengatakan tak heran para ikan bersembunyi, ternyata karena ada Ok Jung.
Ok Jung menatap P. Dong Pyung dengan wajah heran.
Sementara Jang Hyun tersenyum melihatnya, tapi sepertinya ia tak begitu suka.
P. Dong Pyung kembali memuji kecantikan Ok Jung. Ok Jung meminta dengan halus p. Dong Pyung berhenti memujinya.
Ia memperlihatkan bungkusan kain yang ternyata adalah pakaian untuk ibu P. Dong Pyung. P. Dong Pyung mengatakan kalau ibunya sedang berdoa dikuil dan mungkin akan kembali pada malam hari. Ok Jung menawarkan akan memberikan baju itu pada penjahit. Ok Jung akan pergi tapi kemudian Dong Pyung menahannya. P. Dong Pyung mengatakan ia membawa beberapa buku dalam perjalanannya dari China, jadi ia ingin Ok Jung membawanya.
Ok Jung terlihat senang dengan hal itu. Sepertinya memang itu yang ia harapkan (btw, kok kayaknya mrk udah saling kenal ya?)

Image Hosted by ImageShack.us
P. Dong Pyung tiba-tiba meraih tangan Ok Jung untuk membawanya dari sana menuju perpustakannya, tapi Jang Hyun menghalangi mereka dengan alasan ada yang harus ia bicarakan dengan P. Dong Pyung -sepertinya Jang ga suka nih sama kedekatan Ok Jung dg P. Dong Pyung-
P. Dong Pyung pun mengerti dan menyuruh Ok Jung pergi sendirian ke perpustakaannya.
Entah aku salah menafsirkan atau tidak, kok kayaknya Ok Jung kecewa?
Ok Jung kemudian pergi dan P. Dong Pyung menatapnya sambil tersenyum.
Jang Hyun memperhatikan hal itu dan membuat raut wajahnya berubah.

Image Hosted by ImageShack.us
Jang Hyun dan P. Dong Pyung sudah berada dalam ruangan. P. Dong Pyung melihat sebuah kotak berisi perhiasan di hadapannya, lalu ia menutupnya lagi. Dengan setengah bercanda ia mengatakan Jang Hyun sudah keterlaluan. Lalu mereka mulai bicara mengenai perumpamaan yang intinya, selama ini Jang Hyun mendapatkan informasi mengenai istana dari P. Dong Pyung. 
Jang Hyun bertanya kemana semua uang yang diterima oleh P. Dong Pyung.
P. Dong Pyung dengan setengah berbisik berkata ia jatuh cinta pada seorang wanita, dan untuk menyenangkan hatinya, membutuhkan banyak uang. Ia tak bisa menolak melakukannya.
P. Dong Pyung lalu sama-sama tertawa. OMG, tapi rasanya kok auranya beda ya?

Image Hosted by ImageShack.us
Ok JUng begitu bersemangat masuk ke perpustakaan milik P. Dong Pyung. Ia langsung mencari buku yang ia cari, buku mode dari China. Ia segera menemukannya dan membuka halaman per halaman dengan wajah yang berseri.
Ia tak menyadari kalau P.M. Lee Soon ada disana. Lee Soon terkejut melihat ada yang masuk dan makin penasaran saat melihat kalau ia mengenali wajah itu. Lee Soon perlahan berjalan diantara rak-rak buku dan melihat wajah Ok Jung lebih jelas. Ia menyadari kalau Ok Jung adalah orang yang mengambil ukuran-nya beberapa waktu yang lalu. 
Ia menatap Ok Jung lagi dengan jelas dan melihat Ok Jung yang tersenyum. Tiba-tiba ada yang masuk dan Lee Soon bersembunyi.

Image Hosted by ImageShack.us
Seorang gadis bangsawan dan pria bangsawan masuk ke perpustakaan itu. Bukan untuk membaca buku tentunya, hahahahahha.
Ok Jung terlalu asyik membaca sehingga tak menyadari kehadian 2 orang itu. Ia melangkah sambil terus melihat buku dan Lee Soon menarik tangannya dengan cepat.
Ok Jung terkejut dan Lee Soon menyuruhnya jangan berteriak. 
Lee Soon berkata : Salah satu harus mencegah perkelahian, kecuali bila mereka bertengkar dengan kekasih. Aku rasa itu akan mulai.
Ok Jung mengerti maksudnya lalu mengintin 2 pasangan tadi yang akan berciuman.
Ok, keduanya mengalihkan pandangan dengan malu.
Tapi sesaat kemudian pasangan itu malah bertengkar, karena di hanbok sang pria ada lipstik wanita lain, wkwkkwkkwwkkkw.
Ok Jung dan Lee Soon menonton perkelahian 2 pasangan itu dan kemudian sadar mereka saling menatap satu sama lain. Lee Soon juga tersenyum mendengar pertengkaran pasangan itu.

Image Hosted by ImageShack.us
Setelah kedua pasangan itu keluar, Ok Jung juga akan berjalan keluar, tapi Lee Soon bersiul dan Ok Jung berbalik. Lee Soon berkata, Gadis itu yang bodoh. Walaupun dia memberikan bibirnya, Dia seharusnya tidak memberikan uangnya.
Ok Jung tertawa kesal. Lee Soon lalu mengoreksi dan mengatakan kalau itu bukan kata-katanya. Tapi kata-kata dari orang yang ia kenal baik.

Image Hosted by ImageShack.us
Pangeran Dong Pyung di kamarnya, dan merasakan telinganya yang gatal, WKKWKWKKWKW, berarti itu dari P. Dong Pyung donk, hahhahahha.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung kemudian berkata, Aku juga dengar beberapa pepatah. Walaupun seperti angin musim semi yang hangat saat seorang pria pertama kali mendekatimu, akan berubah menjadi musim dingin dengan angin dingin setelah kau menikah. Hati wanita yang penuh harapan akan terluka pada akhirnya. itu yang aku dengar.

Image Hosted by ImageShack.us
Lalu si pembuat pepatah itu, Hyang Yi juga merasakan hal yang sama dengan P. Dong Pyung, gatal di telinga, wkwkwkwkwkw.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon tertawa. Ia mengatakan kalau mereka berdua punya sesuatu yang sama. Sayangnya tak ada niat dari mereka untuk berpacaran. Ok Jung memutar bola matanya, lalu tersenyum sambil menghela nafas.

Image Hosted by ImageShack.us
Malam pun tiba. Lee Soon dan Ok Jung berjalan di lokasi pesta yang penuh orang dan lampu yang cantik. Lee Soon memuji Ok Jung yang menyukai buku. Ok Jung mengatakan kalau ia bisa menemukan harta karun didalam sebuah buku. 
Lee Soon tertawa dan bertanya, Jadi kau suka buku atau harta karunnya?
Ok Jung tertawa tak percaya.

Image Hosted by ImageShack.us
Seseorang berlari menuju Lee Soon dan memanggilnya Orrabuni. Lee Soon memeluknya dan memanggilnya puteri Myung An. 
Ok Jung melihat mereka dengan heran. Lee Soon tampak akrab dengan gadis itu. Gadis itu mengatakan ia takut orrabuninya akan menikah tanpa sepengetahuannya, makanya ia cepat-cepat datang kesana. Lee Soon memencet hidung gadis itu dengan gemas dan mengatakan ia tak akan kemanapun tanpa Myung An. -Myung An ini aku rasa adalah adik Lee Soon-
Ok Jung merasa tak enak ada disana dan pergi meninggalkan mereka.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung berjalan dan di cegat 3 orang bangsawan -kayaknya mereka 3 bangsawan sebelumnya-
Mereka mengatakan baru pertama kali melihat wajah Ok JUng. Salah seorang memperkenalkan temannya yang merupakan anak dari menteri kebudayaan. Sedangkan dirinya adalah putera tertua menteri pertahanan. 
Ok Jung mengatakan kalau ia bukan dari keluarga yang menonjol. Ok Jung akan pergi tapi mereka menahannya.
mereka mengatakan kalau gadis yang datang kesini tujuannya adalah untuk bertemu putera mahkota, hanya karena wajah Ok Jung yang cantik, jadi mereka tak cukup baik?
Ok Jung menghela nafas dan berkata, mereka bilang lebih baik salah dari pada tidak tahu apa-apa. Ini tidak berlaku padaku, jadi ku mohon, beri aku jalan.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung akan pergi lagi, tapi anak menteri pertahanan merasa kesal karena menurutnya Ok Jung tidak sopan. 
3 gadis teman 3 pria tadi datang dan mengenali Ok Jung sebagai gadis yang dipermalukan di Buyongdang. Mereka mengatakan Ok Jung bahkan bukan puteri bangsawan tapi malah mengikuti bangsawan.  Mereka berenam ketawa.
Ok Jung ingin membela diri, tapi si pria malah bilang Ok Jung seperti rubah. Memberikan mereka senyuman licik.
Anak menteri pertahanan memegang tangan Ok Jung dan menyuruhnya menuangkan minuman untuk mereka.
Ok Jung kesal dan menepiskan tangan si pria.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung : Apakah ini  kelakuan yang benar bagi orang-orang terpandang?
Pria : Apa? beraninya kau gadis rendahan sepertimu berbicara kepadaku seperti itu!
Anak menteri pertahanan akan memukul Ok Jung tapi dengan sigap Lee Soon muncul dan menahan tangan si pria, Mereka bilang orang yang lemah dan pengecut selalu cepat memperlihatkan kekuatan mereka.
para wanita dan pria terkejut, mereka bertanya siapa Lee Soon.
Lee Soon berkata ia hanya sekedar lewat saja, Mereka bilang orang yang lemah dan pengecut selalu cepat memperlihatkan kekuatan mereka.
Lee Soon tersenyum pada mereka dan mereka berenam tertawa. Mereka menyuruh Lee Soon meneruskan jalannya. kami bukan orang-orang seperti kau yang punya hak bergaul.
Lee Soon tersenyum dan menyuruh mereka menebak siapa dirinya.
Pria itu mulai kesal dan mengatakan orang seperti Lee Soon pasti bukan dari bangsawan terhormat. 
Lee Soon dengan santai menjawab, tentu saja aku tidak terlahir agar kau harus berbicara seperti ini di wajahku.

Image Hosted by ImageShack.us
Pria itu makin kesal dan bertanya lagi siapa Lee Soon.
Lee Soon mendekatkan wajahnya ke telinga si pria dan membisikkan sesuatu.
Mata sang pria langsung melotot. Sementara yang lain bingung. Lee Soon tersenyum dan mengatakan ia akan membawa gadis ini -Ok Jung-
Si pria dengan suara lantang memperbolehkan sambil membungkuk dalam beberapa kali membuat temannya heran. WKKWKWKWKW.
Ok Jung juga bingung dengan kelakukan pria yang sebelumnya galak malah jadi ketakutan.
Lee Soon memegang lengan Ok Jung dan membawanya dari sana.

Image Hosted by ImageShack.us
Si pria masih membungkuk lalu kemudian lututnya melemas dan terjatuh. Teman-temannya bertanya ada apa dan siapa Lee Soon. 
Si pria dengan gugup mengatakan kalau Lee Soon adalah Yang Mulia Putera Mahkota.
Semuanya terkejut. HAHHAHAHAHA. RAsakan!!!

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung dan Lee Soon masih berjalan dan Ok Jung melepaskan paksa tangan Lee Soon. Ia heran kenapa Lee soon selalu mencampuri urusannya.
Jang Hyun yang lewat dekat sana melihat mereka.
Lee Soon mengatakan kalau dirinya adalah pengawal istana. Tapi Ok Jung tetap bingung, bagaimana mungkin anak bangsawan meringkuk di depan pengawal istana. 
Lee Soon tertawa dan mengatakan kalau ia adalah pengawal favorit Putera Mahkota, karena ia melayani Putera Mahkota dari dekat. 
Lee Soon sedikit kesal juga, karena ia sudah menyelamatkan Ok Jung bukannya terima kasih tapi ia malah dicurigai.
Jang Hyun menatap mereka.
Ok Jung mengatakan harusnya Lee Soon mengabaikan hal yang tadi, bagaimana nanti jika keadaannya jadi makin buruk. Lagipula,Lee Soon ada diposisi dimana ia harusnya menjaga wanita lain.
Lee SOon berfikir sedikit bingung lalu ia tertawa, Apa kau melihat semuanya?
Ok Jung mengalihkan pembicaraan dan mengucapkan terima kasih. Ia pergi.

Image Hosted by ImageShack.us
Tapi kemudian langkahnya terhenti saat Lee Soon bertanya apa Ok Jung cemburu?
Ok Jung dengan cepat menjawab kalau ia tidak cemburu. Lee Soon tersenyum dan mengatakan seharusnya dalam situasi ini kata 'apa yang kau bicarakan' jauh lebih tepat.
Ok Jung mulai gugup dan berkata kalau Ia dan Lee Soon bahkan tidak saling mengenal, kenapa Lee Soon malah bertingkah begitu.
Lee Soon dengan tenang menjawab, Bukannya kau yang bilang duluan? Punya informasi yang salah lebih bermasalah dibandingkan tidak punya informasi yang cukup. Itu kau sekarang. Anak licik itu, Dia lebih penting untukku daripada siapapun didunia ini. Dan dia adikku. Tapi kenapa kau harus menjelaskan diriku padamu seperti ini?
Lee Soon tertawa sambil menatap Ok Jung. Ok Jung juga menatap Lee Soon. 

Image Hosted by ImageShack.us
Saat mereka saling menatap, kening Lee Soon berkerut lagi. Ia menanyakan pertanyaan yang sama, Apakah kau yakin kita tidak pernah bertemu sebelumnya?
Ok Jung : Saat aku bertemu denganmu tempo hari, Aku sudah memberimu jawaban bahwa kita tidak pernah bertemu sebelumnya.
 Lee Soon menatap Ok Jung lalu tersenyum. Kemudian ia dikagetkan dengan kedatangan p. Dong Pyung yang memanggilnya.
Ok Jung masih bingung lalu meninggalkan mereka.
Jang Hyun menatap Lee Soon dan P. Dong Pyung. Ia tersenyum licik.

Image Hosted by ImageShack.us
P. Dong Pyung senang Lee Soon datang. Karena pertemuan rahasia ini sangat penting bagi yang mulia ratu. 
Lee Soon tertawa. Ia baru sadar dan melihat kebelakang, tapi tak menemukan Ok Jung disana. lee Soon terlihat kecewa. Ia kemudian bicara dengan P. Dong Pyung mengenai kembang api. Dong Pyung mengatakan kalau itu akan diadakan malam ini.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung sudah berjalan diluar pekarangan dan berpapasan dengan In Hyun di dekat pintu masuk. Ok Jung membungkuk. In Hyun heran kenapa Ok JUng ada di tempat seperti ini. 
Ok Jung tersenyum dan mengatakan kalau nyonya rumah ini mengenakan pakaian buatannya. In Hyun tampak lega dan menyuruh Ok Jung melakukan pekerjaannya lagi. 
Ok Jung menunduk dan In Hyun akan segera masuk.
Tapi kemudian terdengar suara tabuh yang mengagetkan mereka berdua.

Image Hosted by ImageShack.us
Pengumuman dari dalam lokasi pesta kalau pertunjukan kembang api akan segera dimulai.
Ok Jung menatap ke dalam lokasi pesta.
kemudian 1000 kunang-kunang yang di lepaskan di lokasi pesta. Bukan kunang-kunang biru lho, tapi kuning, HHAHAHAHA.
Semua menikmati keindahan kunang-kunang malam itu. P. Dong Pyung bersama P.M. Lee Soon.
In Hyun masih dekat pintu bersama Ok Jung.
Yang bikin ngakak adalah saat beberapa kunang-kunang mendekati P. Dong Pyung dan menyerangnya membuat P. Dong Pyung harus mengibaskan tangannya. LOL. Ga romantis lagi deh^^.

Image Hosted by ImageShack.us
HYAAAAAAAAAAA. Romatis deh. Seandainya ini terjadi saat Lee Soon dan Ok Jung bersama ^^.
Lee Soon, Ok Jung dan semuanya menikmati hujan kunang-kunang. Lalu barulah kembang api di nyalakan dan meledak di langit yang luas.
Semua wajah menunjukkan kebahagiaan mereka pada malam itu.
In Hyun berkata, ketika aku menatap kembang api seperti itu untuk beberapa alasan, hatiku serasa sedih. Kembang api yang bersinar terang sesaat dan memudar begitu saja, mengingatkanku tentang hidup kita.
Ok Jung heran dan menatap In Hyun. In Hyun melanjutkan, sebelumnya. Aku lebih suka sinar rembulan yang selalu bersinar lembut di malam hari.
Ok Jung tersenyum. Ia melihat kembali ke langit dan mengatakan pendapatnya berbeda, Hatiku terpacu ketika aku melihat kembang api. Jika aku hanya akan menjalani hidup ini sekali meskipun hanya dalam waktu singkat, Aku lebih suka bersinar terang Dan memudar diantara langit malam seperti kembang api.
In Hyun menatap Ok Jung cukup lama. Kemudian mengalihkan pandangannya ke langit lagi.
-Aku suka OSt pada bagian ini-

Image Hosted by ImageShack.us
Permaisuri sedang bicara berdua dengan puteri Myung An. permaisuri penasaran gadis mana yang di temui oleh Lee Soon di pesta itu. Myung An punya ide, kenapa mereka tidak mengundang keduanya ke istana. 
Permaisuri berkata kalau itu tak adil untuk gadis lainnya. Dengan bersemangat, Myung An mengatakan kalau ibunya bisa membuat alasan dengan mengatakan mereka di bawa ke istana untuk menemaninya bermain.
Ibu tertawa mendengar ide cemerlang anaknya.

Image Hosted by ImageShack.us
Di toko Ok Jung, para preman memporak-porandakan tokonya. Mereka meminta bayaran + bunga dari uang yang mereka pinjam.
Ok Jung tiba di tokonya dan heran dengan semuanya. Hyang Yi datang dan mengatakan kalau sebenarnya ia meminjam uang dengan bunga tinggi untuk membayar gisaeng di pameran dulu, ia tak menyangka kalau acara mereka akan gagal. 
Ok Jung terkejut dan kesal kenapa Hyang Yi tidak memberitahunya lebih awal. 
Ok Jung mengatakan mereka akan membayar dan minta beri sedikit waktu. Tapi preman itu tak mau pergi dan beberapa dari mereka membawa obor untuk membakar toko. Ok Jung takut pada api dan mulai teringat kejadian 7 tahun lalu. Ia berdiri dan membuka sebuah peti, melemparkan sesuatu.
Pria itu membukanya dan menatap Ok Jung. 
Ok Jung berkata kalau itu adalah garis hidupnya.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Soon sedang rapat bersama para menteri, tapi ia tidak mendengarkan. Ia malah asik menulis sesuatu dan senyum-senyum sendiri. Saat menteri Kim memanggilnya, ia juga tak mendengarkan. Begitu sadar, Ia malah minta rapat ditunda dulu karena ia masih lelah.
Para menteri setuju dan mereka keluar. Sebelum menteri Min keluar, Lee Soon melemparkan sesuatu padanya, sebuah gulungan.
Lee Soon mengatakan semua gulungan itu tentang Menteri Min. Menteri Min merasa kalau itu tak sesuai dengan prosedur, dan bisa dibilang menjadi pengajuan pribadi. Pengajuan pribadi seperti ini biasanya akan dibatalkan yang lain sehingga sulit untuk tetap adil.
Lee Soon kurang suka dengan kata keadilan yang keluar dari mulut menteri Min, Tidak peduli bagaimana pintarnya burung meniru suara manusia tetap saja bukan manusia, melainkan hanya seekor burung. Tidak peduli bagaimana kau berbicara tentang keadilan, Aku sudah tahu bahwa itu tidak benar. Tapi bagaimana aku bisa mengambil pekerjaannya atau mengirim dia jauh?

Image Hosted by ImageShack.us
Menteri Kim rupanya masih di sana dan mendnegarkan percakapan mereka.
Menteri Min bertanya apa maksud Lee Soon.
Lee Soon : Daripada mengkhawatirkan tentang telur yang sudah pecah, Telur yang kita punya hari ini lebih penting bagiku. Aku ingin menetaskan mereka dengan baik dan meningkatkan produksi ayam petelur. Aku akan membuat kesepakatan dengan pemasok pembuat baju pelindung terbaik.
Menteri Min tertawa dan berkata, Karena itu sudah di ulas dan lulus, lakukanlah yang harus kau lakukan. tapi pendapatku,bukannya memperhatikan ini mungkin kau harus lebih memperhatikan dalam proses seleksi saat ini. Meskipun ini hanya sebagian kecil urusan istana, Proses pernikahan kerajaan jauh lebih penting. Aku hanya bicara sebagai hamba pelayan. 
Lee Soon tersenyum. Tapi kemudian ia menatap Menteri Min dengan kesal, Jadi kau hanya harus menghentikan kekhawatiran mu sebagai hamba pelayan. karena ini benar-benar mulai menjengkelkanku.

Image Hosted by ImageShack.us
Permaisuri senang karena putera mahkota setuju dengan pernikahan kerajaan. Menteri MIn yang ada di hadapannya mengatakan kalau Lee SOon cukup bangga dengan hal itu. 
Permaisuri membuka peti di hadapannya yang berisi perhiasan cantik. OMG.
Min berkata : Karena dia mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu, Ini adalah tugasku untuk membiarkan dia melakukannya. Tapi ini tidak ada apa-apanya daripada yang kita siapkan untuk membiarkan dia melakukannya.
Permaisuri cukup bingung, Jadi...?
Min : Cukup setuju untuk pelelangan tersebut. Kami akan memenangkan barang itu. Alasanku kenapa tidak memberitahumu semua ini adalah karena kau dan aku didalam perahu yang sama. Aku yakin kau tidak akan memberitahuku kalau kau tidak sadari ini?
Permaisuri tampak berfikir. Tapi ia tergoda dengan perhiasan emas itu. ckckkcckkck.

Image Hosted by ImageShack.us
Hyang dan Ok Jung berjalan di pasar. Hyang bertanya apa Ok Jung masih takut dengan api. Ok Jung mengiyakan, Napasku terhenti ditenggorokan dan seluruh tubuhku mulai bergetar.
Lalu mereka berhenti di papan pengumuman dimana ada warga yang ramai mengelilinginya.
Ok Jung membaca tulisan itu dan berkata, Pemerintah akan mengirimkan bahan untuk membuat baju pelindung.
Hyang Yi mengerti, tapi ia bilang ia tak akan membuat baju pelindung lagi.
Ok Jung berfikir dan mengatakan kalau ia harus pergi ke suatu tempat.

Image Hosted by ImageShack.us
Ok Jung ke rumah Jang Hyun untuk meminjam uang. Jang Hyun sedang main golf zaman Joseon dan bertanya apa Ok Jung punya jaminan?
Ok Jung berkata, jaminan apa yang lebih baik dari pada dirinya sendiri?
Jang Hyun tertawa dan bertanya bagaimana Ok Jung akan membayarnya.
Ok Jung berkata tentara sedang mencari pemasok untuk baju pelindung, orang yang bisa membuat baju pelindung terbaik bisa menjadi pemasok, jika kau terpilih sebagai pemasok untuk baju pelindungku, kau akan bisa menjual baju pelindung pada tentara. Gunakan 2/3 dari keuntungan untuk membayar kembali utang ku.
Jang Hyun bertanya, kenapa aku harus melakukan hal itu?
Ok Jung mengatakan kalau ia tahu kasus Jang HYun dengan para rentenir.
Jang Hyun menghentikan permainannya dan tampak marah.

Image Hosted by ImageShack.us
Ia mendekati Ok JUng dan mengajaknya bicara tentang jaminan. Jika Ok Jung tak bisa melakukannya, maka jaminan apa yang bisa Ok Jung berikan?
Ok Jung terkejut, ia berfikir dan berkata, seperti yang Jang Hyun inginkan, ia akan bergabung dengan Jang Hyun.
Jang Hyun tertawa. Ia butuh bukti untuk meyakinkan niat Ok Jung.

Image Hosted by ImageShack.us
Malamnya Ok Jung dibawa ke rumah gisaeng. Di dalam telah menunggu P. BokSun sudah menunggu. Ok Jung memperkenalkan dirinya. 
P. BokSun menatap Ok Jung dan memuji kecantikan Ok Jung. P. BokSun mengelilingi Ok Jung dan mengatakan karena Ok Jung sudah memutuskan bekerja sama dengan Jang Hyun, artinya Ok Jung terikat hubungan dengannya. Ia bertanya apa Ok Jung sudah siap dengan hal itu? 
Ok Jung merasa ada yang aneh. P. BokSun mengatakan, Aku menemukanmu, cukup untuk kepuasanku.
Ok Jung mulai gugup. Ia mengalihkan pandangannya dan berkata, Ada dua hal didunia ini bahwa kau tidak bisa memaksa untuk dengan caramu. Pertama adalah memaksa Hati orang. Dan satunya lagi adalah memaksakan takdir. Sebelumnya, Asalkan hatiku tidak bergerak, tidak akan perlu bagi kita untuk mengikat hubungan apapun.
P. BokSun tersenyum dan berkata, yang kupikirkan berbeda. Dua hal yang tidak bisa jadi jaminan hidup adalah Hati orang dan takdir. Aku yakin kalau kau tidak ingin melangkah ke ruangan ini. Tapi kau berdiri disini sekarang. Sebelumnya, hubungan dapat dibentuk tergantung pada keadaan dan situasi.
Ok JUng berkata tidak. Situasi seperti ini, Tidak akan terjadi apa-apa.
Ok Jung meninggalkan ruangan itu dan langkahnya terhenti saat P. BokSun berkata, Jika itu dimaksudkan untuk, Kata pepatah bahwa selalu cara untuk menjalin. Akhirnya, begitulah yang akan terjadi.
Ok Jung tidak bicara apapun dan tetap keluar dari ruangan itu.

Image Hosted by ImageShack.us
Jang Hyun keluar dari ruangan yang berbeda tapi terhubung dengan kamar P. Boksun. Ia bertanya apa pendapat BokSun tentang anak itu.
P. BokSun menatap Jang Hyun dan bertanya, Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu terlebih dahulu. Apa yang sesungguhnya kau inginkan? Apakah membalas dendam putrimu, atau kau mencoba menjadikan putra mahkota sebagai menantumu?
Jang Hyun menatap BokSun dengan tatapan penuh dendam, Tentu saja, aku akan menjadi mertua putra mahkota. Jika kau merebus kepala, telinga akan terebus juga, itu wajar. Setelah aku menjadi ayah mertua, Apa yang bisa menghentikanku untuk membalas dendamku? Juga, sebagai rakyat biasa diperlakukan lebih rendah daripada babi atau anjing, balas dendam lainnya yang bisa ku dapatkan?

0 comments:

Post a Comment